MONDAY, 15 OCT 2018

Zikir Kebangsaan, Presiden Ajak Ulama Berikan Keteduhan di Tahun Politik.


Admin 21 Feb 2018, 17:28


Jakarta (Inmas) --- Presiden Joko Widodo mengajak ulama dari seluruh penjuru tanah air untuk senantiasa memberikan keteduhan dan kesejukan bagi masyarakat. Hal ini disampaikan, mengingat  pada tahun 2018  ini bangsa Indonesia akan memasuki tahun politik.

 

“Tahun ini akan ada 171 pilkada. Pemilihan bupati, pemilihan walikota dan pemilihan gubernur,” ujar Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan Dzikir Kebangsaaan dan Rapat Kerja Nasional I Majelis Dzikir Hubbul Wathon, di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta,  Rabu (21/2).

 

“Saya ingin mengajak seluruh ulama untuk terus memberikan keteduhan, kesejukan, di seluruh wilayah pelosok tanah air terutama di tempat - tempat yang berlangsung Pilkada baik pilgub maupun bupati atau walikota,” lanjut Jokowi yang hadir dengan mengenakan sarung dan jas ini.

 

Dihadapan para ulama yang hadir, Jokowi menuturkan bahwa momen pemilihan kepala daerah maupun pemilihan umum tahun 2019 mendatang adalah momen pesta demokrasi bagi rakyat. “Dalam pesta demokrasi lima tahunan ini juga, jangan sampai mengorbankan persatuan,” tegas Jokowi. 

 

Zikir Kebangsaaan dihadiri oleh sekitar 1000 jemaah majelis dzikir,  para ulama seperti KH. Maimun Zubair, KH. Ma’ruf Amin, KH. Nasarudin Umar, serta para pengasuh pondok pesantren dari seluruh penjuru Indonesia.  

 

Zikir kebangsaan juga dihadiri oleh pejabat tinggi pemerintah. Tampak hadir pula dari kalangan pemerintah (umara)  Menag Lukman Hakim Saifuddin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menhan Ryamizard Ryacudu, Anggota DPR Romahurmuzy, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, dan lainnya. /ilm

 


Dibaca: 46 kali